Antara bukit-bukit
Mulut-mulut menggigit bibir sendiri
Setiap doa terhalang ilalang
Rimbun menyekap, tak mengijinkan kembangnya harapan
Tanah-tanah enggan menyusun batu
Akar-akar mengabaikan hujan
Dan laut memenuhi langit dengan amarah
Baca Juga : Puisi Terlambat Terucap
Kita tersisa satu-satu
Menambang sesal
Menguruk jurang dosa
Mencitakan pengampunan
Dari burung-burung yang kehilangan ranting
Dari rusa-rusa yang kehilangan padang
Dari ular yang goanya direbut
Dari landak yang bukit-bukitnya dirampas
Tuhan tak mendengar karena Ia tak didengar
Tuhan tak peduli karena kita abai
Sesalan hanyalah patung-patung bisu
Hiasan, lalu bisa apa?
Penulis:
Aidi Kamil Baihaki



0 komentar:
Posting Komentar