Aku hanyalah sepenggal senja
Yang tersesat di pagi hari
Rindu pada pendar cahaya mentari
Kilauan agung yang tak terperikan
O, begitu bahagianya burung-burung itu
Bersenandung ria dengan pujian-pujian
Menari-nari membubung angkasa
Bagaikan tarian para Darwisy di hadapan Tuannya
Berputar-putar dalam pusaran tauhid
Lalu, kudengar Rabi'ah berkata;
"Sirnakan surga dan neraka dari hatimu. Karena, hanya Dia yang pantas bertahta di kalbumu"
Dan Al-Ghazali pun bergumam;
"Iya. Surga dan neraka hanyalah tempat, bukan tujuan hakiki manusia. Tujuan hakiki manusia adalah bertemu Sang Ada"
Baca Juga Puisi : MAAF
Aku semakin bingung
Di antara gelombang pengetahuan
Yang berserakan di sudut-sudut jiwa
Seperti sebuah peta yang sulit dimengerti
Namun, aku selalu menyadari, bahwa
Setiap perjalanan akan berhenti pada satu TITIK
Penulis :
Miftahud Dafiq Fz



0 komentar:
Posting Komentar