Senin, 28 Maret 2022

TITIK

 Aku hanyalah sepenggal senja

Yang tersesat di pagi hari

Rindu pada pendar cahaya mentari

Kilauan agung yang tak terperikan


O, begitu bahagianya burung-burung itu

Bersenandung ria dengan pujian-pujian

Menari-nari membubung angkasa

Bagaikan tarian para Darwisy di hadapan Tuannya

Berputar-putar dalam pusaran tauhid


Lalu, kudengar Rabi'ah berkata;

"Sirnakan surga dan neraka dari hatimu. Karena, hanya Dia yang pantas bertahta di kalbumu"


Dan Al-Ghazali pun bergumam;

"Iya. Surga dan neraka hanyalah tempat, bukan tujuan hakiki manusia. Tujuan hakiki manusia adalah bertemu Sang Ada"


Baca Juga Puisi : MAAF


Aku semakin bingung

Di antara gelombang pengetahuan

Yang berserakan di sudut-sudut jiwa

Seperti sebuah peta yang sulit dimengerti

Namun, aku selalu menyadari, bahwa 

Setiap perjalanan akan berhenti pada satu TITIK


Penulis :

            Miftahud Dafiq Fz

0 komentar:

Posting Komentar