Pada tahun ... Majapahit mengalami kemunduran besar. Terutama ketika
Gajah Mada ‘dimutasi’ jabatannya hanya menjadi ... di Probolinggo, itu sebagai
bentuk hukuman karena dia yang mencetuskan perang Paregreg. Perang yang
diskenario oleh Gajah Mada dan sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Hayam
Wuruk.
Dengan adanya mutasi tersebut (yang sebenarnya adalah pembuangan itu) maka
Gajah Mada tidak sempat melakukan kaderisasi. Kemudian lunturlah kebesaran dan
kehebatan angkatan perang Majapahit.
Salah satu penyebab dari sekian banyak peristiwa jatuhnya suatu kekuatan disebabkan kurangnya pengkaderan. Dapat disimpulkan bahwa kehebatan suatu generasi tidak bisa diwariskan pada generasi berikutnya tanpa pengkaderan.
Baca Juga : Petaka Manusia
Kader identik dengan pemuda, dan pemuda identik dengan semangat. Roh dari suatu organisasi adalah semangat, tanpanya organisasi akan sangat lemah dan mudah dirobohkan. Pandangan yang demikian menjadi tolakan pemikiran terjadinya penjajahan secara ideologis.
Kader berarti calon, bakal, atau kandidat (KBBI). Pengkaderan adalah proses menyiapkan seseorang agar bisa menggantikan generasi yang lebih tua, dengan harapan kesuksesan yang diraih sebelumnya dapat dipertahankan, lebih-lebih ditingkatkan. Pengkaderan adalah proses mendewasakan pengalaman para pemula agar siap menjalankan tugas ketika sudah sampai pada masanya kemudian.
Tugas kader yaitu menumbuhkembangkan organisasi, dalam hal ini adalah Nahdlatul
Ulama.
Menumbuhkah artinya merawat dari kecil hingga menjadi besar. Bertumbuh
berkaitan dengan segi kuantitas atau jumlah. Misalnya dari jumlah yang sedikit tumbuh
menjadi lebih banyak, dari sesuatu yang kecil tumbuh menjadi lebih besar.
Mengembangkan artinya mengelola, memproses atau merawat agar sesuatu
dapat menghasilkan hal positif atau keuntungan. Berkembang berkaitan dengan hal
kualitas, misalnya dari situasi ketidakpahaman diubah menjadi situasi
kepahaman, dari kondisi keawaman menjadi kepakaran. Mengubah keadaan yang
diremehkan menjadi diperhitungkan!
Untuk merobohkan bangunan Nahdlatul Ulama yang kuat, penyerangan
pertama yang dilakukan adalah invasi akidah, terutama akidah kaum muda.
Musuh-musuh Nahdlatul Ulama mengerti betul bahwa para pemudalah yang
kelak akan menggantikan kaum sepuh. Dengan mengubah paradigma kaum muda (baca:
kader), maka akan sangat mudah menumbangkan Nahdlatul Ulama, atau paling tidak
dengan terpolusinya pemikiran kaum muda, maka pada saatnya nanti kehebatan itu
akan stagnan, tidak bisa berkembang. Layu perlahan hingga kemudian mati sama
sekali.
Karena kaderisasi menjadi sebuah keniscayaan demi lestarinya suatu
organisasi, marilah semua warga Nahdlatul Ulama di MWCNU Mlandingan, terutama
semua alumnus PKPNU mengenduskan aroma ke_NU_an pada generasi mendatang dimulai
sejak dini. Kita dapat melakukannya melalui lingkup terkecil, yakni keluarga.
Kita mengenalkan putera-puteri secara langsung tentang Nahdlatul Ulama dengan
cara mengajak mereka ketika menghadiri kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama. Kita
tidak usah merasa kuatir bahwa kehadiran anak-anak dalam kegiatan akan memberi
dampak mengganggu, selama hal tersebut sebatas kenakalan-kenakalan kecil.
Sedikit demi sedikit, seiring bertambahnya perkembangan usia, pada akhirnya
mereka akan paham dengan sendirinya dan bisa membedakan tentang kegiatan
bermain dengan kegiatan serius.
Hanya pada Allah kita mohon petunjuk dan bimbingan, semoga Nahdlatul
Ulama senantiasa eksis di segala jaman.
Amin.
Penulis :
Aidi Kamil Baihaki


Revisi atas tulisan di atas:
BalasHapusPada tahun 1389 Majapahit mengalami kemunduran besar. Terutama karena Gajah Mada ‘dimutasi’ jabatannya dilokalisasi hanya menjadi patih di Madakaripura, Tongas, Probolinggo (1359), itu sebagai bentuk hukuman karena dia yang mencetuskan perang Paregreg. Perang yang diskenario oleh Gajah Mada dan sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Hayam Wuruk.