Jihad dalam arti mengerahkan segenap potensi diri untuk mengalahkan musuh adalah ajaran penting dalam islam. Tidak hanya berarti perang sebagaimana dimaknai sempit oleh sebagian kalangan muslim (yang tentu sangat berbahaya) akan tetapi jihad memiliki makna yang luas yang dapat dilakukan dalam berbagai konteks. Sebagaimana ungkapan nabi pasca perang badar bahwa jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu, tidak hanya perang fisik.
Prof. Quraish Shihab mengatakan bahwa dalam hal jihad musuh kaum muslimin setidaknya ada empat; orang-orang kafir, orang-orang munafik, hawa nafsu dan setan. Dan dijelaskan bahwa setan bisa berupa jin dan manusia. Menurutnya pula bahwa menghadapi mereka tidaklah musti melalui perang fisik dan setiap muslim dapat melakukannya kapan pun dan dimana pun.
Dalam definisi jihad ini dan melihat latar belakang berdirinya NU maka sebenarnya NU adalah media jihad. Dakwah para ulama berlangsung sejak lam, namun ulama mebutuhkan media bernama NU sebagai jalan jihad para ulama melawan musuh-musuh dakwahnya. NU yang didirikan pada tahun 1926 adalah media perlawanan para ulama. Perlawanan terhadap para perong-rong jalan dakwah ulama indonesia yang masif saat itu.
Disisi lain latar kebangsaaan yang berada dalam penjajahan saat itu menjadikan NU sebagai media perlawanan para ulama terhadap penjajah. tak heran jika perang terbesar melawan penjajah di indonesia tercetus setelah dikeluarkannya resolusi jihad oleh KH. Hasyim asyari (sebagai pimpinan tertinggi NU saat itu) setelah bermusyawarah dengan para perwakilan NU se jawa dan madura.
Dalam kondisi kekinian jihad NU tentu berada dalam konteks berbeda. medan perang itu kini lebih kompleks dan banyak sisi. Dalam hal pemikiran yang sebenarnya adalah perang lama akan tetapi kini dengan kemajuan teknologi informasi berada pada situasi bebebeda. tentu membutuhkan media dan angkatan perang yang berbeda.
Demikian pula dalam hal melawan ketidak adilan ekonomi yang dulu dilakukan para penjajah kini sama sekali berubah dan berbeda konteksnya. Objek dan subjek pelaku ketidak adilan ekonomi yang makin komplleks dan rumit kini memerlukan reformulasi gerakan jihad yang berbeda.
Penulis :
Cak Zakki


Kami siap berjihad dengan ber-NU!
BalasHapus