Minggu, 20 Maret 2022

Terlambat Terucap

 

Kemudian satu perayaan lagi, terlewati.


Sekian banyak seremoni,

Sekian bentuk hegemoni. 


Tak terhitung berapa syaraf harus reinkarnasi,

Melahirkan kalimat anyar,

Rayuan baru.


Ucapan selamat,

Terlontar menggeliat

Lantunan doa menjejal tak kepalang


Spanduk-spanduk terbentang

Laksana menggapai bintang

Bendera berkibaran di udara,

Juga di dada.


Langkah Suci terpatri

Terpahat pada prasasti sunyi


Tetapi...

Tanpa usaha perbaikan diri,

Serta menata organisasi

Ritual berulang-ulang hanyalah onani. 


Baca Juga : Puisi Bencana yang Diundang


Maaf jika terlambat,

Kucari kado tak kunjung tepat

Dan belum kudapat.


Sekali pernah ada,

Kurang pas bagimu yang terlanjur mengada.


Selamat Ulang Tahun NU-ku!


Maafkan kami...

Belum mampu memaksa ego

Hingga sombong memapar

Untuk sekian kali.



Penulis :

Irham Mauli

1 komentar:

  1. Lanjutkan Kang Irham.
    Tularkan semangat Literasi ke penjuru Mlandingan.

    BalasHapus