Sabtu, 26 Maret 2022

Cinta Yang Mendua


Oleh: Miftahud Dafiq Fawaizi

Waktu menjadi sepi

Malam pun terasa hening

Saat mata tak lagi menatap

Engkau pun semakin tertatap


Ada gundah, sedikit

Ada harap, bak bukit

Bila iba bertemu nasib

Harap pun menjadi raib


O, aku menangis

Tapi untuk apa mengemis?

O, aku tertindih pilu

Haruskah aku mencari malu?


Baca Juga Puisi : MAAF


Itu karenamu

Itu demi kamu

Juga karenaku

Juga demi aku


Ingin sekali rasanya berteriak:

"Aku gila, aku gila, aku gila!"

"Aku kafir, aku kafir, aku kafir!"

"Aku murtad, aku murtad, aku murtad!"

Aku musyrik, aku musyrik, aku musyrik!"


Sebab dirimu, aku telah menduakanNya

Membagi satu cinta yang tak sepantasnya

Cinta Dia

Cinta kamu

7 komentar:

  1. Cintamu adalah anugerahNya
    Cintamu adalah miliknya
    Ekowah...

    BalasHapus
  2. Bagaimana mungkin aku menduakanNya, tapi dia pun begitu menggoda

    BalasHapus
    Balasan
    1. seperti itulah cara Tuhan menciptakan sesuatu dengan indah dan mempesona, sebagai ungkapan bahwa segala sesuatu ada penciptanya (Subhanallah)

      Hapus
  3. Mencintainya adalah takdir untuk mendekatiNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungguh mulia seorang hamba jika telah mencapai puncak kecintaannya

      Hapus
  4. Sebab wanita adalah manifestasi wajah Tuhan yang paripurna.

    BalasHapus
  5. Sebab, dia adalah manifestasi keindahan wajahNya yang paripurna

    BalasHapus