Aku selalu melihatmu
Dari segala sudut dan arah
Menemukanmu dimana-mana
Pada batas cakrawala
Memenuhi semesta
O, aku menikmati keindahan tak terperi
Yang tersimpan rapi di wajah kudusmu
Sorot matamu yang penuh kilat cahaya
Menembus batinku; mengeja jiwaku; menuntun langkahku
Menuju sirath 'tuk merengkuh an-na'im
Bagaimana mungkin aku bisa berpaling
Tuhan telah menyamai biji itu di kalbuku
Menyiraminya setiap hari
Merawatnya sepanjang waktu
Tumbuh dengan subur
Rantingnya menembus langit ketidakberdayaanku
Akarnya menghunjam kalbuku
Dan buahnya akan kupersembahkan untukmu
Sampai batas akhir yang telah Tuhan sediakan
Namun, pada suatu ketika
Bila jasadku dikoyak cacing tanah
Dicabik-cabik ulat sebagai titah
Dilempar di sudut kesunyian
Yakinlah, teriakan cintaku akan semakin lantang
Agar semua manusia tahu
Para penghuni kubur tak sesenyap itu
Oleh: Miftahud Dafiq Fawaizi



Kuburan hanya menyekap Pecinta, tapi tak mampu membatasi cinta.
BalasHapus