ia
tubuh lautan
yang rela menjorok lebih dalam
ke wilayah daratan
tetap tenang
walau dikekang batas tanah
dari 3 arah
belakang, samping kiri, dan kanan
tetap memandang ke depan
meski sejatinya kalbu menunduk
ikhlas, rela, dan tawaduk
menetapi janji sebagai teluk
secara khusyuk
tapi
tubuh hamba sahaya
yang dikepung lapar dahaga
bisa lebih tawaduk dari teluk
walau didera kuasa mata,
bibir, dan telinga
tangan, kaki,
otak serta hati
yang dibekali rabi
naluri untuk berjaya sendiri
merasa lebih tinggi
dari ciptaan lain di bumi,
tubuh hamba
tetap pantang jemawa
lantaran sang majikan menjaganya
dari jagal kesombongan fana
tubuh insan
yang mencinta ramadhan
juga bisa lebih khusyuk dari teluk
walau hasrat kerap berkhianat
nafsu tak ragu menipu
amarah memamah
ambisi menghabisi
rakus meringkus
tamak menggasak
loba menghamba dunia,
tubuh insan
tetap lempang
mendekap hakikat siam
sebagai laku ketaqwaan
di hadapan sang al hakam
Oleh: Sosiawan Leak
10 April 2022
BINAR RAMADHAN TV9



0 komentar:
Posting Komentar